Resume Supersingkat Kaderisasi Kedua Pers Mahasiswa ITB 2014


Well, inilah minggu kedua kader Persma. Lokasinya masih sama, di Oktagon ITB. Kalau minggu sebelumnya kami dikenalkan mengenai Persma, hari ini kami dikenalkan lebih mendalam mengenai kemahasiswaan di ITB, mulai dari KM, MWA-WM (apaan lagi tuh?), Kongres, dan LK.
Mari kita bahas yang pertama. Majelis wali amanat wakil mahasiswa. Nah, apa lagi coba tuh. Kalau sesuai yang aku perhatikan dan aku catat, MWA-WM, begitu sebutannya, adalah perwakilan mahasiswa dalam lingkungan Majelis Wali Akdemik. Apa lagi dah tuh? Gampangnya, majelis wali akademik adalah penentu kebijakan untuk seluruh kampus ITB. Ya, bukan cuma mahasiswa aja yang diatur, juga dosen, karyawan, satpam, sampai benda mati pun diatur sama beliau-beliau ini. Ada lima belas perwakilan MWA, salah satunya adalah mahasiswa itu sendiri. MWA-WM fungsinya ada lima: aspirasi, informasi, koordinasi, representasi, dan kajian. Yang terkini, pengurus MWA-WM akan menyiapkan pengganti Prof. Dr. Akhmaloka, Ph.D., Rektor ITB yang Desember ini akan mengakhiri masa tugasnya di ITB, melalui program Rektor Kita 2014-2019. Selain itu, MWA-WM juga mempunyai proker-proker lain, seperti Sarasehan ITB 2025, rapat pleno MWA, laporan rutin dengan KM-ITB, buletin MWA-WM, dan kajian blue print MWA-WM.

Selanjutnya adalah penjelasan mengenai elemen paling penting bagi mahasiswa ITB: Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB. Inilah wadah berkumpul dan organisasi mahasiswa di seluruh ITB. Tahun ini, Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB 2014/2015 dinamai kabinet Kabinet Selaras Pergerakan Satu Indonesia, sering diakronimkan sebagai SERU!.Kabinet KM mempunyai visi: menjadi pemimpin dalam menjaga keutuhan Indonesia, dengan tiga misi: optimalisasi fungsi, karakter cinta tanah air, dan sebagai patriot pergerakan.



MWA, KM, bersama perwakilan dari setiap himpunan mahasiswa jurusan dan tim beasiswa membentuk sebuah kongres bernama Kongres KM-ITB. Kongres memiliki dua fungsi, yaitu fungsi legislasi dan pengaman. Pada fungsi legislasi, dalam menentukan kebijakannya, KM ITB menggunakan prinsip musyawarah, prinsip di mana suatu kebijakan akan ditetapkan setelah semua anggotanya mengatakan “Iya” tanpa kecuali. Inilah alasan mengapa sampai saat ini Ketua Kongres belum ditetapkan. Tugasnya:

  1. Menentukan garis besar kebijakan.
  2. Membuat Garis Besar Haluan Program (GBHP) dan Arahan Kerja yang akan dilaksanakan
  3. Menjamin sumber daya anggota.
  4. Melaksanakan Pemilu Raya KM ITB.
  5. Evaluasi dan penilaian.
Setelah istirahat, kembali ada bahasan dari Lembaga Kemahasiswaan ITB. Bagi anak-anak TPB, badan ini dikenal karena beasiswanya. Padahal gak itu aja fungsinya. Lembaga Kemahasiswaan ITBadalah badan di bawah WRAM ITB yang memiliki tiga sekretaris:
  • Sekretaris besejahteraan dan pengembangan karakter mahasiswa
  • Sekretaris bidang nonkurikuler dan kemasyarakatan
  • Sekretaris bidang profesi dan kewirausahaan
Dari ketiga sekretaris itu, lembaga kemahasiswaan melayani mahasiswa ITB mulai dari perizinan acara di kampus, pendanaan acara, pemberian beasiswa, layanan karier pascakelulusan kuliah, dan lain-lain.

Di akhir kader, kami kedatangan Husein Agussalam, Ketua Persma 2010. Inisiator rebrand Ganeca Pos yang sudah sering kita semua baca, juga sebagai pembuat logo persma yang berwarna merah marun-kuning itu.




Komentar